Minggu, 08 April 2012

Belajar dan Teori Belajar

Sekarang mau berbagi lagi ni... kali ini tentang Belajar Dan Teori Belajar. semoga bermanfaat.


Belajar dan Teori Belajar


1. Definisi Belajar
Belajar merupakan aktifitas umum yang biasa dilakukan oleh siswa. Di bawah ini akan dibahas sedikit mengenai definisi belajar dan teori belajar matematika. Berikut definisi belajar menurut beberapa ahli. Menurut Skinner (dalam Dimyati dan Mudjiono) belajar adalah suatu perilaku. Ketika seseorang belajar maka responnya akan menjadi lebih baik, sebaliknya  bila seseorang tidak belajar maka responnya akan menurun. Selanjutnya menurut Gagne (dalam Dimyati dan Mudjiono) belajar merupakan kegiatan yang kompleks. Setelah belajar seseorang akan  memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap dan nilai.


2. Teori Belajar Matematika
    a. Teori Belajar Menurut Dienes
Ada enam tahap dalam belajar matematika menurut Dienes, yaitu:
       Permainan bebas
Tahap belajar yang terdiri dari aktifitas tidak terstruktur dan tidak diarahkan, sehingga memungkinkan siswa untuk melakukan eksperimen dan memanipulasi benda kongkrit dan abstrak dari unsure konsep yang dipelajari
      Permainan yang menggunakan aturan
Siswa mulai meneliti keteraturan pola-pola yang terdapat pada konsep
       Permainan mencari kesamaan sifat
siswa dibantu untuk melihatkesamaan struktur dengan mentranslasikan suatu permainan ke bentuk permainan yang lain.
      Permainan dengan representasi
Setelah siwa mendapat gambaran sifat dan situasi, siswa memerlukan gambaran konsep
       Permainan dengan Simbolisasi
Tahap belajar konsep dimana siswa merumuskan representasikan konsep menggunakan konsep matematika
      Formalisasi
Setelah siswa mempelajari suatu konsep dan struktur yang saling berhubungan, siswa harus menguurut sifat-sifat itu untuk merumuskan sifat-sifat yang baru.

    b. Teori Belajar Menurut Gagne
Tingkatan belajar menurut Gagne didasarkan bahwa belajar dimulai dari yang sederhana ke yang lebih kompleks:
- Tanda-tanda belajar (tanpa ada bantuan tindakan terhadap emosi)
- Stimulus respon (Bantuan Belajar-SR)
- Rangkaian gerak (Menggabungkan SR sederhana membentuk tahapan tindakan)
- Rangkaian verbal (Menamai benda)
- Belajar membedakan (Menempatkan objek/kejadian dengan satu/lebih sifat umum)
- Konsep belajar (Mengidentifikasi objek dan kejadian yang terlihat berbeda)
- Prinsip belajar (Mengkombinasikan konsep-konsep yang dimiliki)
- Pemecahan masalah (Aplikasi dari prinsip belajar)

    c. Teori Belajar Menurut Ausubel
Teori Belajar Ausebel meliputi:
-       Belajar dengan menghafal (Rote Laerning)
Belajar menghapal tanpa memaknai pelajarannya akan kurang efektif bagi peserta didik karena peserta didik akan mengungat materi dalam jangka waktu yang singkat
-      Belajar Bermakna (Meaningful Learning)
Belajar bermakna adalah jalan terbaik bagi anak untuk mempelajari suatu materi. Karena setelah suatu materi dimaknai maka pelajaran akan diingat (terhapal) dalam jangka waktu yang lama


    d. Teori Belajar Menurut Bruner
Tahapan belajar menurut Brunner, yaitu:
-       Tahap enaktif
Dalam tahap ini siswa secara langsung terlibat dalam memanipulasi objek.
-      Tahap ikonik
Tahapan dimana kegiatan siswa berhubungan dengan mental, merupakan gambaran dari objek yang dimanipulasinya.
-       Tahap simbolik
Tahapan dimana anak-anak memanipulasi simbol-simbol atau objek tertentu.


    e. Teori Belajar Menurut Piaget
Tahap perkembangan kognitif:
-   Tahap Sensori Motor (sejak lahir sampai dengan 2 tahun)
Bagi anak yang berada pada tahap ini, pengalaman diperoleh melalui perbuatan fisik (gerakan anggota tubuh) dan sensori (koordinasi alat indra). Anak belum menyadari adanya konsep-konsep yang tetap.
-   Tahap Pra Operasi (2 tahun sampai dengan 7 tahun)
Ini merupakan tahap persiapan untuk pengorganisasian operasi konkrit. Operasi konkrit berupa tindakan-tindakan kognitif seperti mengklasifikasikan sekelompok objek, menata letak benda berdasarkan urutan tertentu, dan membilang. Pada tahap ini anak mengambil keputusan berdasarkan dengan apa yang dapat dilihat seketika.
-    Tahap Operasi Konkrit (7 tahun sampai dengan 11 tahun)
Umumnya anak-anak pada tahap ini telah memahami konsep kekekalan, kemampuan mengklasifikasi,  mampu memandang suatu objek dari sudut pandang yang berbeda secara objektif, dan mampu berfikir reversible.
-   Tahap Operasi Formal (11 tahun dan seterusnya)
Tahap ini merupakan tahap akhir dari perkembangan kognitif secara kualitas. Anak pada tahap ini sudah mampu malakukan penalaran dengan menggunakan hal-hal yang abstrak. Anak mampu bernalar tanpa harus berhadapan dengan objek atau peristiwanya langsung, dengan hanya menggunakan simbol-simbol, ide-ide, abstraksi dan generalisasi.

Sumber:
Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Heleni, Susda. 2008. Dasar-dasar Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Pekanbaru: Cendikia Insani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar